Senin, 10 April 2017

“Maria mengurapi kaki Yesus, Yudas?”

Kabar Sukacita Hari Ini (Yoh. 12:1-11)


“Biarkanlah dia melakukan hal ini (Maria meminyaki [kaki Yesus]) mengingat hari penguburanKu. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu” (Yoh. 12:7-8).

Tindakan Maria meminyaki (mengurapi) kaki Yesus ini (Yoh. 12:3) menuai protes dari Yudas Iskariot, “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin” (Yoh. 12:5). Diketahui, Yudas ini seorang pencuri di kubu Yesus (Yoh. 12:6).

Yesus saat itu juga memperingatkan Yudas sekaligus mengantisipasi kematian dan penguburan diriNya sendiri (Yoh. 12:7-8). Adalah benar Maria melakukan hal itu, bahwa tindakan Maria adalah pralambang dari penghormatan terhadap jenazahNya kemudian (silahkan baca Yoh. 19:38 dst).

Minyak yang diurapkan atas kaki Yesus memancarkan keharuman semerbak sekaligus penghormatan kepadaNya sebagai Raja dan Penguasa. Persembahan orang berdosa yang selalu mencari Yesus untuk bertobat ialah kesediaannya melepaskan dosa-dosanya. Sekaligus, ia menyertakan kebusukan dosa pada kurban Kristus di salib supaya ia dimurnikan dan senantiasa memancarkan keharuman bagi dunia. Bukan seperti Yudas yang tetap menyimpan kebusukan di dalam dirinya.

Sebagaimana minyak menandakan kelimpahan (Ul. 11:14) dan kegembiraan (Mzm. 23:5; 104:15) serta membersihkan, Gereja, orang-orang Katolik, dipanggil Kristus untuk memancarkan keharuman, membawa rahmat berlimpah, menghadirkan kegembiraan atas dunia ini seraya membersihkan luka-luka dosa yang telah membusuk. Itulah keharuman kita bagi Kristus, Kepala Gereja.

Pax Domini sit semper vobiscum!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar